Monday, August 10, 2015

Mismanagement in education

NILAI KEINDONESIAAN

Penyalahgunaan Kekuasaan Sumber Kegagalan Negara


Indonesia akan hancur bukan karena gagal menjadikannya "demokratis", bukan karena kehabisan sumber alam, melainkan karena salah arah penggunaan sumber dan penyalahgunaan kekuasaan oleh elite politisi penguasa. Selama ini, dalam melaksanakan kebijakan, tanpa disadari, pemerintah dikuasai dan digerakkan "urgensi".
Demikian salah satu butir pemikiran dalam diskusi panel serial Mencari Nilai Keindonesiaan di Jakarta, Sabtu (1/8). Makalah Daoed Joesoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menjadi pembuka serial diskusi bulanan mulai Agustus 2015 hingga November 2016 itu.
Persoalan serius lainnya yang disinggung dalam pengantar diskusi yang disampaikan Pontjo Sutowo selaku Ketua Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti dan Aliansi Kebangsaan- penyelenggara acara-adalah gejala strategi baru negara kuat untuk menguasai negara lain tanpa invasi militer terbuka. Salah satu contoh, banyak undang-undang yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan rakyat justru diprakarsai oleh banyak "konsultan". Hal itu mengakibatkan dikuasainya sumber daya alam oleh korporat multinasional. Walaupun secara legal pelanggaran konstitusi itu dibatalkan Mahkamah Konstitusi, air yang merupakan kebutuhan vital masyarakat pernah secara legal dikuasai korporat asing.
Nilai-nilai
Menurut Daoed Joesoef, diperlukan nilai-nilai tertentu sebagai pegangan, sedikitnya nilai- nilai yang kita utamakan. Sejumlah aspek perlu dicermati, meliputi nilai-nilai budaya yang perlu dimiliki warga negara, yakni bermental kuat, mandiri, berjiwa ksatria, dan tangguh bersaing.
Pancasila dapat menjadi sumber sistem nilai yang dianut dan ingin dilaksanakan bersama, tetapi tidak menutup kemungkinan kita belajar dari nilai-nilai dari budaya bangsa lain. Dari antara puluhan aspek nilai keindonesiaan, diingatkan perlunya mengusahakan kembali Indonesia sebagai negara maritim.
Pembangunan bukan untuk mengisi kemerdekaan, seolah ada wadah yang cukup solid untuk menampung isian. Pembangunan itu mengukuhkan wujud kemerdekaan sebab "kemerdekaan" merupakan mindset. (STS)
kOMPAS, 3 aGUSTUS 2015

No comments:

Post a Comment